• PEMBASMI HAMA ULAT BULU & SERANGGA LAIN (PEST CONTROL)

     

  • PEMBASMI ULAT BULU

  • Ulat bulu kini mewabah di Indonesia,

Kerusakan lingkungan akibat berkurangnya predator ulat bulu berupa burung dan semut pohon (semut rang-rang) menjadi penyebab utama tidak terkendalinya pertumbuhan ulat bulu di lingkungan kita.

Maraknya pemeliharaan burung kicauan menjadi salah satu penyebab banyaknya perburuan liar pakan burung kicauan berupa anak semut pohon (kroto) karena kroto bernilai jual tinggi, padahal semut pohon/rang-rang adalah predator pemakan telur ulat pohon dan bayi ulat pohon.

Jenis ulat pohon sangat beragam berdasar jenis kupu-kupu / ngengat sebagai induk penyebarannya, tapi satu hal yang umum adalah serangan hama ulat bulu berkisar antara pergantian musim hujan ke musim kemarau, dimana hawa hangat dan lembabmenjadi musim berkembang biak ulat bulu.

Langkah Pengendalian Ulat Bulu

  • * Pemantauan dan identifikasi jenis hama, stadia hama, bagian dan jenis tanaman yang diserang, tingkat/intensitas serangan, serta kondisi lingkungan untuk disampaikan kepada petugas terkait.
    * Lakukan pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan ulat, antara lain dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam tanah.
    * Pemasangan lampu perangkap (light trap) untuk membunuh ngengat, karena ngengat aktif di malam hari dan tertarik cahaya.
    * Mengumpulkan pupa/kepompong dan memasukannya kedalam botol plastik yang diberi lubang-lubang, sehingga ngengat yang terbentuk tidak dapat keluar sedangkan parasit yang muncul dapat keluar dan kembali berperan di alam.
    * Pelihara dan lestarikan musuh alami seperti predator semut rangrang dan burung dengan cara melarang penangkapan burung dan melarang pengambilan telur semut di pohon, atau melestarikan dan memperbanyak koloni semut dengan cara memasang sarang buatan dari daun kering dan bambu.
    * Gunakan insektisida hayati berupa jamur, virus, bakteri, nematode, antara lain dengan cara (a). Mengumpulkan ulat yang mati terkena virus (menggelantung) dan mengaduknya dengan air, lalu menyemprotkan kembali ke ulat, (b). Mengumpulkan kepompong atau ulat yang terkena jamur (berwarna putih – jamur Beauveria dan hijau – jamur Metarhizium), lalu perbanyak di media jagung dan semprotkan ke ulat, (c). menggunakan insektisida hayati yang sudah diproduksi dan tersedia di Dinas/lembaga yang berwenang.
    * Pemasangan pembatas (burrier) pada batang pohon mangga berupa lem atau kain beracun, khususnya bagi ulat Arctornis yang memiliki sifat ketika malam hari naik ke bagian atas (kanopi) untuk memakan daun dan pada siang hari turun ke batang untuk bersembunyi dari serangan predator.
    * Jika kondisi populasi ulat sangat mengkhawatirkan dapat digunakan insektisida alami yang relatif ramah lingkungan, berupa insektisida nabati (berasal dari tumbuhan), seperti mimba, tembakau, akar tuba, piretrum, gadung, suren dan lainnya. Perlu diketahui bahwa insektisida nabati tidak menyebabkan kematian langsung seperti insektisida sintetis.
    * Pada kondisi kritis, maka jalan terakhir dapat digunakan insektisida kimia sintetis yang berdaya racun rendah berlabel hijau.
    * Jangan menggunakan insektisida kimia sintetis untuk tindakan pencegahan, karena akan mengganggu keberadaan musuh alami dan mencemari lingkungan.

 

Setiap tahun di media massa di bahas mengenai wabah yang tiada habisnya ini

  • Bila anda ingin segera membasmi ulat bulu di lingkungan anda, segera hubungi kami di nomor: 03177721040 / 085231861758
  • www.indopest.net

 

PEMBASMIAN HAMA TOMCAT / KUMBANG ROVE

Tomcat yang cairan berbisanya melukai ratusan orang di Surabaya merupakan salah satu jenis serangga atau kumbang. Menurut Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Aunu Rauf, binatang yang disebut tomcat merupakan hewan sejenis kumbang dengan nama ilmiah Paederus fuscipes.

Kumbang ini termasuk dalam Ordo Orthoptera dan Famili Staphylinidae. Dalam bahasa Inggrisnya disebut rove beetle atau kumbang penjelajah atau pengelana karena selalu aktif berjalan-jalan. "Masyarakat menyebutnya tomcat, mungkin karena bentuknya sepintas seperti pesawat tempur Tomcat F-14," ujarnya di Bogor, kemarin.

Secara spesifikasi, tubuh kumbang ini ramping dan pada saat berjalan bagian belakang tubuhnya melengkung ke atas. Kumbang berukuran panjang 7 sampai 10 mm dan lebar 0,5 hingga 1,0 mm. Bagian kepala hewan ini berwarna hitam, sayap berwarna biru kehitaman dan hanya menutupi bagian depan tubuh. Bagian toraks dan abdomen berwarna oranye atau merah.

"Warna orange atau merah ini diduga sebagai sinyal bagi musuh-musuhnya (misalnya laba-laba) bahwa kumbang ini beracun dan harus dihindari," jelasnya.

Aunu menjelaskan, kumbang Paederus fuscipes berkembang biak di dalam tanah di tempat-tempat yang lembab, seperti di galangan sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya hidup dalam tanah. Setelah dewasa (menjadi kumbang) barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman.

"Siklus hidup kumbang dari sejak telur diletakan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari dan pupa 5 hari," katanya. Kumbang ini dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakan telur sebanyak 100 butir telur.

Kumbang Paederus fuscipes tergolong serangga predator yang makan pada serangga lain. Kumbang ini banyak dijumpai di sawah dan merupakan musuh alami dari hama-hama padi. "Dalam siklus hidupnya, kumbang tomcat ini pada siang hari aktif berjalan cepat menyusuri rumpun padi untuk mencari mangsanya yang berupa hama-hama padi, termasuk hama wereng cokelat," katanya.

Kumbang pederis ini tidak mematikan. para penderita yang pernah diserang ketika digigit tidak merasa sakit dan akan merasakan efeknya setelah beberapa lama yaitu rasa perih disertai kulit merah dan melepuh. namun jangan panik jika terkena racun pederis tersebut, segera cuci dengan sabun dan jika telah mengalami kelepuhan pada kulit segeralah ke balai pengobatan terdekat. selain itu hama ini dapat dilumpuhkan dengan menggunakan bahan yang murah dan mudah didapat di sekitar kita.


Hama ini dapat dikendalikan dengan pestisida nabati ramah lingkungan dengan bahan Daun Mimbau, Laos dan Serai. adapun cara membuatnya adalah dengan cara mencincang semua bahan tersebut sampai halus kemudian direbus menggunakan air sampai mendidih. setelah itu dinginkan dan diamkan hingga 1 atau 2  hari agar terjadi fermentasi. barulah setelah pendiaman itu ampas di peras dan disaring dan bisa disemprotkan ke hama Tomcat. selain murah dan mudah membuatnya, pestisida nabati ini aman dan ramah bagi lingkungan.

Untuk pembasmian hama tomcat secara cepat tuntas, silahkan menghubungi kami di nomor: 03177721040 / 085231861758 / www.indopest.net

Kami siap melayani untuk area surabaya dan sekitarmya.

  • Pembasmian Kecoa

    Kecoa merupakan salah satu “pest” yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.  Masalah itu kecoatimbul bukan hanya karena kecoa dapat berperan sebagai pembawa penyakit, tetapi juga secara estetis kecoa sangat merugikan karena merupakan indikasi buruknya tingkat sanitasi di suatu tempat.

    BIOLOGI UMUM

    Metamorphosis tidak sempurna

    * Telur------ Nympha------Imago
  • * Satu kapsul telur (ootheca) berisi lebih dari 42 anak kecoa
  • Setahun sepasang kecoa dapat menghasilkan anak kecoa     sebanyak 20.000 ekor
  • Menyenangi tempat yang kotor dan terdapat makanan yang  digemari seperti, sisa-sisa makanan, kertas, tekstil, wool,  darah, kotoran, air ludah dll
  • * Grooming
  • Pengendalian Kecoa

      a.       Sanitasi
      b.       Eksklusion
      c.       Fisik
      d.       Mekanik
      e.       Pengendalian secara kimia

      Banyak orang yang berpikir kurang konseptual dalam pemberantasan kecoa. Mereka mengambil jalan pintas dengan hanya mengandalkan pestisida untuk memberantas hama kecoa.  Mereka bersikap demikian tetapi yang utama adalah ingin cepat melihat hasilnya, selaIn itu penanganan secara konseptual membutuhkan waktu dan resources lain lebih banyak.

      Roach Control Program adalah :

      1. Baitting system dimana kecoa memakan bait/umpan lalu dibawa ke sarangnya, dalam beberapa waktu seluruh kelompok dari sarangnya mulai dari imago (kecoa dewasa) hingga nimfa (anak kecoa) akan mati (domino effect).

      2. Perangkap kecoa menggunakan glue trap sekaligus merupakan alat monitoring tingkat populasi kecoa

      3. Menggunakan bahan kimia dengan aplikasi menggunakan Handsprayer

       

      Treatment menggunakan sytem baitting/umpan
      diaplikasikan pada sela-sela/sudut meja kitchen, lemari, rak-rak dan counter makanan, termasuk pada retakan-retakan lantai dan retakan dinding.  Area lainnya pada peralatan elektronik, komputer, chas register, timbangan dapur, trolly, krat, pallet, drainase, wastapel dan di sekitar komputer, termasuk rak file, locker, shaff, pot-pot bunga dan sarang-sarang kecoa lainnya.

 

PEMBASMI HAMA LALAT (FLIES)

                                                                                                                                            Kehidupan lalat sangat tergantung pada kondisi lingkungan disekitarnya.  Ketergantungan ini terutama untuk proses perkembang biakan, kebiasaan mencari tempat istirahat, kebiasaan makan, dan jarak terbang lalat.  Sedangkan faktor lingkungan yang penting bagi kehidupan lalat adalah temperatur, kelembaban dan pencahayaan/sinar.
Eksistensi lalat merupakan gangguan. Lalat merupakan pembawa dan penyebar berbagai penyakit pada manusia dan hewan.  Akibat kehadiran lalat produktivitas kerja dan produksi menurun bila di lingkungan kerj terdapat lalat.  Kehadiran lalat juga menimbulkan kesan tidak hygiene.

Jenis lalat utama yang menjadi hama adalah sebagi berikut :

 

Biologi umum

    1. Metamorfosis sempurna
      1.  Telur ------ Larva------ Pupa------Imago
    2. Termasuk Ordo Dipthera
    3. Breeding site di tempat – tempat yang kotor
    4. Lalat bersifat diurnal
    5. Beristirahat di malam hari, di luar rumah        istirahat pada    daun-daun pohon, kabel atau tempat-tempat yang tidak jauh dari permukaan tanah
    6. Kecepatan terbang 6 - 8 km per jam
    7. Bersifat Phototropic

Jasa Basmi Hama Surabaya, Pest Control Surabaya, Pembasmi Hama Surabaya
Jasa Basmi Hama Sidoarjo, Pest Control Sidoarjo, Pembasmi Hama Sidoarjo
Jasa Basmi Hama Gresik, Pest Control Gresik, Pembasmi Hama Gresik
Jasa Basmi Hama Pasuruan, Pest Control Pasuruan, Pembasmi Hama Pasuruan
Jasa Basmi Hama Mojokerto, Pest Control Mojokerto, Pembasmi Hama Mojokerto
Jasa Basmi Hama Lamongan, Pest Control Lamongan, Pembasmi Hama Lamongan
Jasa Basmi Hama Bangkalan, Pest Control Bangkalan, Pembasmi Hama Bangkalan
Jasa Basmi Hama Papua, Pest Control Papua, Pembasmi Hama Papua